4 Rekomendasi Forum Rektor Indonesia Bidang Pendidikan selama COVID-19

4-Rekomendasi-Forum-Rektor-Indonesia-Bidang-Pendidikan-selama-COVID-19

Pandemi COVID-19 telah menciptakan krisis multidimensi yang menimbulkan berbagai masalah dan tantangan di berbagai bidang, termasuk di bidang pendidikan.

Ketua Forum Rektor Indonesia 2020-2021 Arif Satria mencatat bahwa salah satu masalah akibat pandemi

yang sedang berlangsung adalah potensi penurunan kualitas pembangunan manusia dan pendidikan di Indonesia, bahkan dapat menyebabkan “kehilangan generasi”.
Baca juga:
Rektor UGM terpilih sebagai Ketua Forum Rektor Indonesia 2021-2022

Menyikapi permasalahan dan tantangan tersebut, FRI menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah pada Konferensi FRI 2021 yang akan digelar secara virtual pada Selasa (27/7/2021).

Berikut rekomendasi Forum Rektor Indonesia yang dikutip dari keterangan tertulis detikEdu:

  1. Pemerintah harus memberikan perhatian khusus pada dunia pendidikan

Dampak pandemi COVID-19 bagi Indonesia adalah pembangunan manusia khususnya di bidang pendidikan. Pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung berpotensi berdampak buruk terhadap kualitas pembangunan manusia dan pendidikan di Indonesia bahkan dapat menyebabkan “kehilangan generasi”.

Mitigasi dan upaya khusus diperlukan untuk memastikan bahwa pembangunan manusia dan pendidikan adalah yang terpenting dan utama.

Dukungan siswa dan guru dalam pelaksanaan proses pendidikan

Dengan memperluas akses dan jangkauan Kartu Indonesia Pintar (KIP), meningkatkan dukungan UKT/SPP bagi mahasiswa, meningkatkan dukungan kontingen Internet bagi mahasiswa dan dosen.

Selain mendukung perguruan tinggi swasta (PTS) dengan mencari alternatif model pendanaan sebagai bentuk keterlibatan pemerintah dalam dunia pendidikan tinggi.

  1. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan tentang Belajar Merdeka dan Kampus Merdeka

FRI berpendapat ada 5 hal penting yang perlu diperhatikan dengan Program Belajar Merdeka dan Kampus Merdeka:

  • Otonomi kampus yang lebih besar harus mengikuti. Hal ini tidak hanya berlaku untuk mahasiswa, tetapi juga untuk kampus dan dosen.
  • Pembuatan kerangka regulasi yang komprehensif: deregulasi regulasi obstruktif seperti akreditasi universitas, undang-undang pelatihan dosen dan guru, regulasi tugas studi dan izin studi dosen, termasuk perubahan statuta universitas.
  • Pembentukan karakter penting bagi siswa diperkuat. Hal ini dapat dilakukan agar siswa sadar akan kewajibannya terhadap negara, bangsa, dan agama. Selain itu, penguatan karakter juga harus bekerja sama dengan Gerakan Nasional Revolusi Spiritual.
  • Pemerintah harus menjadi jembatan antara universitas dan industri. Tidak semua universitas memiliki akses ke industri.
  • Perluasan akses beasiswa doktor dalam negeri bagi dosen di perguruan tinggi di kawasan 3T dan perguruan tinggi swasta. Hal ini dilakukan dalam rangka penguatan sumber daya manusia dan peningkatan jumlah penelitian dalam negeri.
  1. Reorganisasi lembaga penelitian

Forum Rektor Indonesia merekomendasikan restrukturisasi lembaga penelitian dengan merancang roadmap penelitian nasional yang komprehensif, memperkuat pertukaran sumber daya antar lembaga dan mendorong penguatan jaringan internasional.

Baca Juga :

nac.co.id
futsalin.id
evitdermaclinic.id
kabarsultengbangkit.id
journal-litbang-rekarta.co.id
jadwalxxi.id
gramatic.id
tementravel.id
cinemags.id
streamingdrama.id
snapcard.id
katakan.id
cpdev.id

Recommended Articles

?>