Anak dan Kakaknya Tidak Bisa Melanjutkan Latihannya, Terdakwa Schweinhoax Ngepet: Ini Semua Gara-Gara Saya

Anak-dan-Kakaknya-Tidak-Bisa-Melanjutkan-Latihannya-Terdakwa-Schweinhoax-Ngepet-Ini-Semua-Gara-Gara-Saya

Berita Palsu Terdakwa Adam Ibrahim mengaku anak dan adik-adiknya kini tidak bisa melanjutkan pendidikan.

Anak dan adiknya putus sekolah karena kehabisan uang sejak Adam kedapatan melakukan hoaks babi di Depok, Jawa Barat.

“Saya punya dua anak. Sekarang mereka putus sekolah karena saya yang menanggung semuanya

,” kata Adam dalam sidang lanjutan kasus babi Ngepet virtual di Pengadilan Negeri Kota Depok, Selasa (2/11). 2021) sore.

Adam pun mengaku punya adik laki-laki yang masih kuliah. Nasibnya juga tidak jauh berbeda dengan dua anak Adam.

Baca juga: Kasus Hoax Babi Ngepet di Depok, Terdakwa Terinspirasi Cerita Viral

“Kakak saya juga tidak bisa melanjutkan studinya karena saya yang menjadi andalan

(untuk biaya kuliah),” kata Adam.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Sebelum belajar hukum, Adam mengaku pernah berdakwah dan mencari uang dengan membuat kandang.

Kini Adam mengaku menyesali perbuatannya saat menyebarkan berita bohong soal penangkapan babi hutan yang akhirnya menimbulkan kericuhan di masyarakat.

“Saya mohon ampun kepada Allah SWT karena seluruh keluarga saya, anak-anak saya, menjadi korban dari perbuatan saya,” kata Adam.

“Saya minta maaf, dan saya juga tidak pernah menyelesaikan shalat sunnah apapun di kantor polisi,” tambahnya.

Adam berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya di masa depan.

Demi Allah, demi Rasulullah, saya tidak akan mengulanginya. Setelah itu saya akan pindah,” kata Adam.

Hakim memberi tahu Adam bahwa semua yang dia lakukan akan dicatat dalam sejarah hidupnya.

Hakim mengatakan kasus hog-Ngepet perlu diselesaikan.

“Sampai anak cucunya tahu ceritanya. Kakekmu berempat telanjang. Itu perlu diklarifikasi. Karena instruksi Anda (terdakwa) yang tidak sesuai dengan fakta, korban harus bergantung,” kata hakim.

Baca juga: Kasus Hoax Babi Ngepet, Semua Strategi dan Ritual Penangkapan Diperintahkan Terdakwa

Adam dikenal sebagai terdakwa kasus hoax babi Ngepet yang menghebohkan Kota Depok.

Subjek babi canggih ini tiba-tiba menjadi viral di media sosial pada Selasa (27 April 2021).

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Video babi hutan yang dimasukkan ke dalam kandang menjadi tontonan yang meriah bagi warga Bedahan, Sawangan, Depok.

Bukan hanya yang membuat adegan itu semakin seru, Adam mengatakan dengan meyakinkan melalui pengeras suara bahwa itu bukan hanya babi, tetapi seseorang yang telah berubah menjadi babi.

Adam telah merencanakan aksinya sejak Maret lalu. Ia pun mengaku terinspirasi untuk beraksi karena terinspirasi dari cerita viral di media sosial.

Adam membeli anak babi secara online seharga Rp 900.000 plus ongkos kirim Rp 200.000.

Kemudian ia menyusun skenario penangkapan babi tersebut, yang kemudian disembelih bersama beberapa orang lainnya.

Adam membuat teknik ini agar dirinya lebih disegani sebagai tokoh desa.

Dalam kasus ini, Adam Ibrahim didakwa menyebarkan berita bohong yang menimbulkan masalah. Ia dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 1 Republik Indonesia Tahun 1946 tentang Hukum Pidana.
Dapatkan berita pilihan dan berita terbaru dari Kompas.com setiap hari. Yuk gabung di grup telegram “Kompas.com News Update” sambil klik link https://t.me/kompascomupdate lalu join. Anda perlu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda terlebih dahulu.

LIHAT JUGA :

https://nac.co.id/
https://futsalin.id/
https://evitdermaclinic.id/
https://kabarsultengbangkit.id/
https://journal-litbang-rekarta.co.id/
https://jadwalxxi.id/
https://www.greenlifestyle.or.id/
https://www.kopertis2.or.id/
https://rsddrsoebandi.id/
https://www.ktb-mitsubishimotors.co.id/
https://www.topijelajah.com/
https://mesinmilenial.com/

Recommended Articles

?>