[HOAKS] Siswa wajib mengikuti tes tatap muka sebelum berangkat ke sekolah

Sebuah cerita yang beredar di media sosial tentang siswa yang harus menjalani tes swab saat kelas tatap muka dibuka di sekolah mulai awal Januari 2021.

Narasi itu muncul setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengizinkan pembelajaran tatap muka oleh pemerintah daerah, komite sekolah, dan orang tua siswa pada tahun ajaran 2020/2021 atau awal Januari 2021.

Pernyataan bahwa siswa harus mengikuti tes swab sebelum mengikuti studi di sekolah tidak benar.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan dia tidak pernah membuat pernyataan bahwa tes PCR diperlukan untuk pergi ke sekolah.
Narasi yang beredar

Akun Facebook Echy Boru Simamora memposting status yang menyatakan bahwa Mendikbud akan membuka pembelajaran tatap muka pada Januari 2021 dan setiap siswa harus mengikuti tes swab.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Berikut isi lengkap status yang ditulis Rabu (16 Desember 2020):

Indonesia masih di tandai Corona, kota sungai penuh dinyatakan zona merah


Namun, Mendikbud akan membuka sekolah pada Januari dan setiap siswa harus SWAB. “

Status Facebook palsu bahwa siswa diharuskan mengikuti tes prasekolah saat sekolah dibuka pada awal Januari 2021.

Sementara itu, sejumlah akun beredar tangkapan layar situs web yang memuat artikel yang memuat gambar wajah Nadiem Makarim dan pernyataan bahwa Nadiem mewajibkan siswa untuk melakukan tes swab sebelum berangkat ke sekolah.

Berikut kutipan dari pernyataan di tangkapan layar:

“Pembelajaran tatap muka RESMI Januari 2021, anak-anak harus mengikuti tes swab sebelum sekolah. Mulai Januari 2021, sekolah berencana untuk mengaktifkan pengajaran di kelas. Budaya Nadiem Makarim beberapa waktu lalu. “

Akun ini, yang ini dan yang ini juga mengedarkan screenshot serupa.
Penjelasan

Dalam laman Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengabarkan bahwa dirinya tidak pernah membuat pernyataan wajib PCR untuk masuk sekolah.

“Surat resmi Kemendikbud kepada Kemenkominfo menjelaskan bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim tidak pernah membuat pernyataan bahwa pemeriksaan PCR wajib dilakukan di sekolah,” tulisnya. situs Kemenkominfo.

Pemerintah telah mengumumkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang pedoman pelaksanaan pembelajaran pada semester genap tahun ajaran dan tahun ajaran 2020/2021 selama masa pandemi Covid-19.

Wewenang untuk menyetujui pengajaran tatap muka berada di tangan pemerintah daerah, komite sekolah, dan orang tua.

Penyesuaian kebijakan ini didasarkan pada hasil evaluasi yang dilakukan bersama kementerian dan lembaga terkait, serta masukan dari pimpinan daerah dan berbagai pelaku di bidang pendidikan.

Sekalipun pembelajaran jarak jauh telah dilaksanakan dengan baik, tidak terlalu lama mengajar tatap muka akan berdampak negatif bagi siswa. Hambatan dalam perkembangan dan perkembangan anak serta tekanan psikososial dan kekerasan yang tidak diakui terhadap anak juga diperhitungkan.

“Pengambilan kebijakan di bidang pendidikan harus holistik dan sejalan dengan pengambilan kebijakan di sektor lain di daerah,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem pada 20 November 2020 di situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dikutip Kompas.com, Nadiem menekankan bahwa sekolah perlu memahami istilah, fokus dan proporsi siswa, serta kondisi yang perlu diikuti untuk memulai pengajaran di kelas.

Tujuannya untuk mencegah penyebaran Covid-19 secara masif saat sekolah dibuka kembali.
Pembelajaran tatap muka di sekolah diperbolehkan tetapi harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

LIHAT JUGA :

indonesiahm2021.id
unesa.id
unimedia.ac.id
politeknikimigrasi.ac.id
stikessarimulia.ac.id
ptsemenkupang.co.id

Tersedianya fasilitas sanitasi dan higiene, seperti toilet yang bersih dan layak, fasilitas cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, atau hand sanitizer dan disinfektan.
Akses ke fasilitas kesehatan, kesediaan memakai masker.
Memiliki pistol termal.
Memetakan siswa yang memiliki penyakit penyerta yang tidak terkontrol, tidak memiliki akses transportasi yang aman, dan memiliki riwayat bepergian dari daerah yang berisiko tinggi Covid-19 atau riwayat kontak dengan orang yang terkonfirmasi Covid-19 melakukan isolasi mandiri

Recommended Articles

?>