Peran keluarga dalam mensukseskan program studi wiraswasta

Peran-keluarga-dalam-mensukseskan-program-studi-wiraswasta

PENDIDIKAN adalah salah satu komponen kunci yang membawa pertumbuhan dan kemajuan bagi masyarakat. Semakin banyak orang yang berpendidikan dalam suatu masyarakat, semakin mereka dapat memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan.

Fakta ini menjadi pertimbangan penting bagi pemerintah untuk berinvestasi di bidang pendidikan lebih dari sebelumnya.

Fakta lain yang meningkatkan pentingnya pendidikan adalah kenyataan bahwa pendidikan memainkan peran penting

dalam kehidupan individu. Di zaman “belajar sepanjang hayat”, memahami pentingnya pendidikan juga merupakan kunci terpenting menuju kesuksesan dan kebahagiaan.

Sebagai bagian dari “pembelajaran sepanjang hayat”, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di bawah Menteri Nadiem Makarim sedang gencar mengembangkan konsep belajar mandiri.
Peran penting keluarga

Pertanyaannya adalah siapa yang terlibat dalam mensukseskan Program Merdeka Learning. Jawabannya tentu semua pelaku pendidikan, mulai dari keluarga, komunitas agama, sekolah hingga pemerintah.

Namun, menurut penulis, peran paling penting dimainkan oleh keluarga. Karena keluarga adalah lingkungan pendidikan pertama. Dalam keluarga ini, anak-anak mendapat pendidikan dan bimbingan terlebih dahulu.

Peran keluarga dalam pendidikan dapat dilihat dari sudut pandang Edwin B Flippo

, Guru Besar Manajemen Sumber Daya Manusia di Universitas Arizona, Amerika Serikat. Menurut Flippo, peran keluarga dalam pendidikan dapat diturunkan dari pengertian istilah “pendidikan, pelatihan” dan “keluarga”.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Pendidikan, jelasnya, adalah peningkatan pengetahuan dan pemahaman umum tentang lingkungan kita secara keseluruhan, sedangkan pelatihan adalah upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan untuk tugas tertentu. “

Istilah keluarga kini memiliki beberapa arti. Pertama, keluarga adalah kelompok sosial terkecil

, biasanya terdiri dari ayah, ibu, dan anak.

Kedua, hubungan sosial di mana keluarga tetap relatif tetap karena kekerabatan, perkawinan, atau adopsi.

Ketiga, hubungan antar keluarga yang dijiwai oleh kasih sayang dan tanggung jawab.

Dan keempat, fungsi keluarga adalah memulihkan, mengasuh, dan melindungi anak dalam rangka sosialisasi agar mampu mengendalikan diri dan memiliki jiwa sosial.

Dalam konteks pendidikan, keluarga adalah suatu sistem sosial yang seragam yang menawarkan situasi belajar kepada anak.

Keluarga membantu anak meniru, memelihara, dan mengembangkan persahabatan, cinta, hubungan interpersonal, kerjasama, disiplin, perilaku yang baik, dan pengakuan otoritas.
Tugas keluarga

Sementara itu, Abdul Mujib dan Jusuf Mudzakir telah menyatakan dalam bukunya Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Kencana, 2008) bahwa keluarga memiliki tanggung jawab penuh untuk membantu anak dan membimbingnya kepada kepribadian yang nantinya akan menjadi lembaga selanjutnya yang dapat berkembang, yaitu sekolah.

Sekolah tidak dapat, dengan segala wewenangnya, mengubah apa pun yang telah diajarkan kepada anak oleh keluarga.

Sekolah hanya berperan dalam melanjutkan dan menyempurnakan kemampuan dan kecerdasan moral, spiritual, intelektual dan sosial yang telah tumbuh pada anak.

Jadi jika keluarga memainkan peran sebaliknya, yaitu tidak menawarkan situasi belajar yang baik kepada anaknya atau bahkan menyampaikan kebencian dan nilai-nilai eksklusif, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang egois dan anti sosial.

Sekolah, dengan segala kewenangannya, tidak akan mampu menghilangkan karakter negatif yang ditanamkan dalam keluarga seperti itu.

Bahkan, karakter dan sikap negatif semakin berkembang pada anak-anak dari keluarga yang tidak bertanggung jawab ketika mereka berinteraksi di sekolah dengan oknum guru dan siswa yang cenderung berpikiran sempit dan eksklusif.

Dengan kata lain, anak-anak yang tumbuh dalam keluarga dan sekolah yang tidak menawarkan situasi belajar mandiri seperti itu mudah didekati oleh kelompok-kelompok ekstrem, sehingga mereka akhirnya terpapar ide-ide ekstremis, baik itu karena kepentingan politik, ras, atau agama tertentu. .

Kontribusi keluarga terhadap pendidikan anak dapat diringkas sebagai berikut. Pertama, bagaimana orang tua berusaha membiasakan anaknya untuk merawat diri sendiri, berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain, bagaimana berdoa atau beribadah, dan bagaimana mencari ilmu dan keterampilan yang berguna dalam kehidupannya.

Kedua, bagaimana orang tua berperilaku mempengaruhi perkembangan karakter anak. Sikap menerima atau menolak, menghargai/mencintai atau mengingkari/membenci, kasih sayang atau ketidakpedulian, kesabaran atau ketergesaan, perlindungan atau

LIHAT JUGA :

https://paskot.id/
https://politeknikimigrasi.ac.id/
https://stikessarimulia.ac.id/
https://unimedia.ac.id/
https://www.hindsband.com/
https://savepapajohns.com/
https://mudikbumn.co.id/

Recommended Articles

?>